Tuesday, 14 July 2015

69 Tahun BNI, Berprestasi Dan Berbagi Untuk Negeri

BNI dan Pemerintah Kota Surabaya Dalam Pembangunan Taman Sakura Keputih 

Program CSR merupakan investasi bagi perusahaan demi pertumbuhan dan berkelanjutan untuk mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan. Seiring dengan kemajuan Bank BNI terus berupaya meningkatkan perannya untuk membenahi negeri.  Hal ini dilihat dari beberapa program CSR BNI yang selalu sukses dijalankan. Salah satunya yaitu :
Dana CSR dari BNI yang dikucurkan cukup besar, yaitu : 3 Miliar untuk pembangunan Taman Sakura Keputih Surabaya. Ini penyaluran dana CSR BNI yang tepat sasaran,  dikarenakan tidak hanya penulis melainkan semua lapisan masyarakat berekonomi rendah atau sedang dapat merasakan manfaat ini.
Dengan pembangunan Taman Sakura Keputih Surabaya dan penghijauan dengan konsep taman, masyarakat bisa merasakannya secara gratis saat masuk Taman Sakura Keputih Surabaya.
Pembangunan Taman Sakura Keputih dengan konsep taman berbunga, tanaman-tanaman langka semakin lengkap. Dengan berbagai jenis bunga berwarna-warni akan tumbuh di area seluas 50 hektar. Antara lain seperti bunga jakaranda, pagoda yang berbunga putih, hingga tabebuya yang merupakan Sakura-nya Surabaya. Bunga-bunga tersebut akan dikelompokkan sesuai warnanya, dari putih, oranye, merah, hingga ungu.
Tidak hanya taman dalam pembangunan ini, akan ada track sepeda, sungai buatan, air mancur, tanaman obat, rumah baca, kantor pengelola, musholla, kantin, gazebo, arena outbond,  dan taman bermain anak, taman remaja.




Taman Sakura Keputih Surabaya
Pohon sering disebut paru-paru kota  yang berfungsi untuk menyerap bahan pencemar dan debu di udara  yang dihasilkan kendaraan bermotor. Sejumlah pohon berdaun lebar dapat menyerap bahan-bahan pencemar udara. Sel-sel daun berfungsi menangkap karbondioksida untuk kemudian diolah dalam sistem fotosintesis.
Tanaman peneduh merupakan tanaman  yang ditanam sebagai tanaman penghijauan. Selain berhijau daun, pemilihan tanaman juga memikirkan fungsi sebagai peneduh yang dapat memperbaiki iklim mikro dan penahan terhadap penyebaran polusi udara dari kendaraan.
Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan, polusi udara dari kendaraan bermotor bensin (spark ignition engine) menyumbang 70% karbon monoksida (CO), 100% plumbum (Pb), 60% hidrokarbon (HC) dan 60% oksida nitrogen (NOX). Bahkan daerah kepadatan lalu lintas yang tinggi menunjukkan bahan pencemar seperti Pb, ozon (O3) dan CO telah melampaui batas yang ditetapkan dalam PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
Taman kota merupakan sebuah ruang terbuka yang dapat menghubungkan antara lingkungan, masyarakat, dan kesehatan. Secara idealnya, taman kota harus mewakili tempat yang padat penduduk karena taman sebagai ruang hijau terbuka yang harus seimbang dengan kepadatan penduduk dan pencemaran udara.
Upaya yang digencarkan Pemerintah Kota Surabaya untuk menjadikan lahan-lahan kosong di tengah kota dijadikan taman atau hutan kota untuk mengembalikan ruang hijau selayaknya. Fungsi sebagai penyaring udara, daerah resapan air, kawasan industri, dan pusat bangunan tinggi yang berdampak merusak moral bagi makhluk hidup serta menambah kenyaman kota sudah bisa dirasakan oleh masyarakat kota surabaya.
Dana CSR sangat selaras dengan program yang ada pada BNI, yaitu Go green. Upaya BNI dan Pemerintah Kota Surabaya mengubah Kota Pahlawan menjadi lebih hijau dan segar. Dengan puluhan taman yang di kembangkan oleh Pemerintah kota Surabaya, keindahan dan kecantikan taman akan semakin menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
Dengan dibantunya pembangunan Taman Sakura Surabaya dari dana CSR BNI, diharapakan masyarakat sadar adanya taman jangan dirusak sehingga kelestarian tetap terjaga. Kesadaran dan tanggung jawab  masyarakat dalam menggunakan fasilitas taman kota secara layak dijunjung tinggi.

3 comments:

  1. Wh, menarik. Yang saya tahu CSR BNI bangun pariwisata d Bajo dan Gunkid. Tapi sampai sini juga ya. Mantap. Mampir juga tulisan saya Mba http://hanifjava.blogspot.com/2015/08/kepedulian-bni-terhadap-pembangunan.html

    ReplyDelete