BNI dan Pemerintah Kota Surabaya Dalam Pembangunan Taman Sakura Keputih
Program
CSR merupakan investasi bagi perusahaan demi pertumbuhan dan berkelanjutan
untuk mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan. Seiring dengan kemajuan
Bank BNI terus berupaya meningkatkan perannya untuk membenahi negeri. Hal ini dilihat dari beberapa program CSR BNI yang selalu sukses dijalankan. Salah satunya yaitu :
Dana CSR dari BNI yang dikucurkan cukup besar, yaitu : 3 Miliar
untuk pembangunan Taman Sakura Keputih Surabaya. Ini penyaluran dana CSR BNI
yang tepat sasaran, dikarenakan tidak
hanya penulis melainkan semua lapisan masyarakat berekonomi rendah atau sedang
dapat merasakan manfaat ini.
Dengan pembangunan Taman Sakura Keputih Surabaya dan penghijauan dengan
konsep taman, masyarakat bisa merasakannya secara gratis saat masuk Taman
Sakura Keputih Surabaya.
Pembangunan Taman Sakura Keputih dengan konsep taman berbunga,
tanaman-tanaman langka semakin lengkap. Dengan berbagai jenis bunga
berwarna-warni akan tumbuh di area seluas 50 hektar. Antara lain seperti bunga
jakaranda, pagoda yang berbunga putih, hingga tabebuya yang merupakan
Sakura-nya Surabaya. Bunga-bunga tersebut akan dikelompokkan sesuai warnanya,
dari putih, oranye, merah, hingga ungu.
Tidak
hanya taman dalam pembangunan ini, akan ada track sepeda, sungai buatan, air
mancur, tanaman obat, rumah baca, kantor pengelola, musholla, kantin, gazebo,
arena outbond, dan taman bermain anak, taman remaja.
Taman Sakura
Keputih Surabaya
Pohon sering disebut paru-paru kota yang berfungsi untuk menyerap bahan pencemar
dan debu di udara yang dihasilkan
kendaraan bermotor. Sejumlah pohon berdaun lebar dapat menyerap bahan-bahan
pencemar udara. Sel-sel daun berfungsi menangkap karbondioksida untuk kemudian
diolah dalam sistem fotosintesis.
Tanaman peneduh merupakan tanaman yang ditanam sebagai tanaman penghijauan.
Selain berhijau daun, pemilihan tanaman juga memikirkan fungsi sebagai peneduh
yang dapat memperbaiki iklim mikro dan penahan terhadap penyebaran polusi udara
dari kendaraan.
Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan, polusi udara dari
kendaraan bermotor bensin (spark ignition engine) menyumbang 70% karbon
monoksida (CO), 100% plumbum (Pb), 60% hidrokarbon (HC) dan 60% oksida nitrogen
(NOX). Bahkan daerah kepadatan lalu lintas yang tinggi menunjukkan
bahan pencemar seperti Pb, ozon (O3) dan CO telah
melampaui batas yang ditetapkan dalam PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian
Pencemaran Udara.
Taman kota merupakan sebuah ruang terbuka yang dapat
menghubungkan antara lingkungan, masyarakat, dan kesehatan. Secara idealnya,
taman kota harus mewakili tempat yang padat penduduk karena taman sebagai ruang
hijau terbuka yang harus seimbang dengan kepadatan penduduk dan pencemaran
udara.
Upaya yang digencarkan Pemerintah Kota Surabaya untuk
menjadikan lahan-lahan kosong di tengah kota dijadikan taman atau hutan kota
untuk mengembalikan ruang hijau selayaknya. Fungsi sebagai penyaring udara,
daerah resapan air, kawasan industri, dan pusat bangunan tinggi yang berdampak
merusak moral bagi makhluk hidup serta menambah kenyaman kota sudah bisa
dirasakan oleh masyarakat kota surabaya.
Dana CSR sangat selaras dengan program yang ada pada BNI,
yaitu Go green. Upaya BNI dan Pemerintah Kota Surabaya mengubah Kota Pahlawan
menjadi lebih hijau dan segar. Dengan puluhan taman yang di kembangkan oleh
Pemerintah kota Surabaya, keindahan dan kecantikan taman akan semakin menarik
minat wisatawan untuk berkunjung.
Dengan dibantunya pembangunan Taman Sakura Surabaya dari
dana CSR BNI, diharapakan masyarakat sadar adanya taman jangan dirusak sehingga
kelestarian tetap terjaga. Kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dalam menggunakan fasilitas taman
kota secara layak dijunjung tinggi.




Waw
ReplyDeleteamazing
ReplyDeleteWh, menarik. Yang saya tahu CSR BNI bangun pariwisata d Bajo dan Gunkid. Tapi sampai sini juga ya. Mantap. Mampir juga tulisan saya Mba http://hanifjava.blogspot.com/2015/08/kepedulian-bni-terhadap-pembangunan.html
ReplyDelete